Membereskan markas

Irma bekerja dengan laptop bantuan Palang Merah Spanyol

Menindaklanjuti hasil pertemuan pembukaan (start up meeting) di Palangka, 17-20 Februari 2011, maka pada hari ini para staf markas membereskan meja-meja mereka untuk mengosongkan satu dari tiga ruangan yang dimiliki. Satu ruangan yang dikosongkan ini akan digunakan untuk rapat-rapat staf markas dan dapat juga digunakan sebagai ruang pertemuan dengan para relawan. Selain membereskan ruangan, para staf juga merakit meja komputer berikut dengan komputernya yang merupakan bantuan dari Palang Merah Spanyol. Berikut ini adalah penanggung jawab dari masing-masing peralatan yang merupakan bantuan dari Palang Merah Spanyol untuk mendukung tugas-tugas para staf markas:

  1. Komputer 1 – Tri Restu Panie
  2. Komputer 2 – Sri Handayani
  3. Laptop 1 – Nada Midarty Miranda
  4. Laptop 2 – Irma Normaulidah
Selain itu peralatan lainnya digunakan secara bersama-sama yaitu LCD proyektor, Handycam, Digital Camera serta Printer Multif Fungsi (Printer, Fax, Scanner dan Fotocopy). Mengingat banyak barang berharga yang ada di markas, maka direncanakan dari dana Pemda, sebagian akan digunakan kembali untuk membuat teralis di ruangan yang belum diteralis.
Dipublikasi di CBHFA, Markas | Tag , | 2 Komentar

Penutupan Start up meeting program KPPBM

Suasana penutupan start up meeting

Pada hari Minggu, 20 Februari 2011 bertempat di ruang Keruing, Hotel Luwansa Palangka Raya, diselenggarakan penutupan kegiatan Start up meeting program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM). Penutupan dilakukan oleh Ketua PMI Provinsi Kalimantan Tengah setelah mendengarkan sambutan yang disampaikan oleh Mas Astrid mewakiliki Palang Merah Indonesia Pusat; Ibu Sylvia mewakili Palang Merah Spanyol. Meskipun kegiatan sudah berakhir, tapi kesibukan tetap berlangsung, mengingat masih banyak bidang yang belum menyelesaikan POA yang rinci.

Dipublikasi di CBHFA | Tag | Tinggalkan komentar

Lesson Learn dari PMI Pusat dan Spanish Red Cross

Mas Astrid menyampaikan lesson learn-nya

Jadi setelah para staf markas sibuk menyusun POA mereka, maka sekarang giliran dari Palang Merah Indonesia Pusat dan Spanish Red Cross untuk berbagi tentang hal-hal menarik yang mereka alami selama mengelola kegiatan sejenis. Dari lesson learn ini diharapkan tidak ada pengulangan dari kesalahan yang sama.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di CBHFA | Tag , | Tinggalkan komentar

Presentasi POA masing-masing bidang

Irma menyajikan POA bidang kesehatan

Setelah berdiskusi sekitar 45 menit (lanjutan kemarin), masing-masing staf kabupaten dan provinsi diminta untuk menyajikan hasil diskusi sejak kemarin sampai pagi ini. Penyajian POA dari masing-masing bidang ini masih sangat kasar, mengingat cukup banyak kegiatan yang tidak tercantum dalam POA tapi sudah ada dalam budget (anggarannya).  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di CBHFA | Tag , | Tinggalkan komentar

Lanjutan penyusunan POA

Ibu Nada dan tim keuangan sibuk membicarakan POA

Pada hari Minggu, 20 Februari 2011, bertempat di ruang Keruing, Hotel Luwansa, Palangka Raya, Kalimantan Tengah diselenggarakan pertemuan terakhir dalam rangka kegiatan Start up meeting. Kegiatan hari ini adalah melanjutkan pembuatan POA untuk masing-masing bidang yang nantinya akan dipresentasikan.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di CBHFA | Tag , | Tinggalkan komentar

Penyusunan POA KPPBM

Sri sedang membicarakan masalah relawan

Pada hari Sabtu, 19 Februari 2011 bertempat di ruang Keruing, Hotel Luwansa, dalam rangkaian kegiatan start up meeting program CBHFA, diadakan kegiatan penyusunan Plan Of Action (POA) dari bulan Maret – Mei 2011. Peserta dibagi menjadi empat kelompok yaitu keuangan, relawan, PSD dan kesehatan.

Irma sedang mempersiapkan diskusi bidang kesehatan

Masing-masing kelompok terdiri dari staf tingkat kabupaten, provinsi, pusat serta dari pihak Palang Merah Spanyol. Diskusi membicarakan mengenai deskripsi kerja dari masing-masing staf, perencanaan untuk tiga bulan kedepan, kemudian membicarakan tentang masalah monitoring, evaluasi, pelaporan serta pemberian dokumen dari masing-masing bidang kepada para staf.

Ibu Nada sedang bersiap untuk diskusi keuangan

Diharapkan esok hari para peserta sudah bisa mempresentasikan hasil dari diskusi dalam pleno, sehingga bisa mendapatkan masukan dari bidang-bidang lain.

Dipublikasi di CBHFA | Tag , | Tinggalkan komentar

Pengembangan Organisasi dan Pengembangan Kapasitas PMI

 

Pada hari Sabtu, 19 Februari 2011 bertempat di ruang Keruing, Hotel Luwansa, Palangka Raya, dalam rangka Start up meeting Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat bantuan Palang Merah Spanyol, Ibu Yuli mengulang kembali materi pengembangan organisasi dan pengembangan kapasitas PMI, khususnya untuk Pengurus PMI Provinsi Kalimantan Tengah.

Komponen SDM PMI

  • Pengurus
  • Staf / karyawan
  • Relawan (KSR/TSR)

Masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang saling berkaitan satu sama lain. Apakah mekanisme ini berjalan satu sama lain?

Di PMI Pusat setiap Jum’at adalah rapat pengurus pleno. Setiap aktivitas harus mendapat persetujuan dari pengurus yang membidangi. Setelah mendapat persetujuan, baru dibuat anggarannya yang diajukan kepada markas. Mekanisme ini yang berlaku di pusat.

Kebutuhan dasar dalam pengembangan kapasitas dan kinerja PMI

  • Tersedianya kepengurusan syah / legal yang didukung dengan Keputusan Pengurus Daerah
  • Memiliki markas yang dapat berfungsi, yang didukung:
  1. Ketersediaan SDM staf sesuai struktur standar pedoman markas, terdiri dari kepala markas yang didukung dengan minimal 2 orang pegawai yang bekerja penuh dibidang
  2. Memiliki relawan yang aktif dengan jumlah minimal 30 orang untuk menjalankan pelayanan kepalangmerahan
  3. Memiliki sumber dana minimal yang tetap untuk menjalankan kegiatan operasional markas
  4. Memiliki rekening atas nama organisasi.
  5. Kapasitas manajemen PMI maupun manamen proyek:
    • Orientasi dasar kepalangmerahan bagi pengurus dan manajemen
    • Pelatihan kepemimpinan dasar dan kepemimpinan lanjutan
    • Pelatihan manajemen keuangan
    • Pengembangan manajemen relawan
    • Pengembangan citra
    • Pengembangan sumber daya
    • Pengembangan manajemen pelatihan

    Faktor pendukung keberhasilan manajemen di markas:

    1. Koordinasi – vertikal dan horizontal
    2. Leadership – ketegasan
    3. Tim building – jobdesk yang jelas
    4. Komitmen – tanggung jawab
    5. Kreatif dan proaktif – penilaian kinerja (kualitatif dan kuantitatif)
    Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

    Manajemen Relawan

    Ibu Yuli menyampaikan siklus manajemen relawan

    Siklus yang harus dilalui dalam manajemen relawan adalah:

    1. Database
    2. Rekrutmen KSR dan TSR : KTA dan atribut
    3. Pelatihan : disesuaikan dengan database yang ada
    4. Mobilisasi / Tribakti
    5. Pengakuan : Pengembangan Kapasitas.

    PMR nama forumnya adalah : FORPIS. Forum ini Cuma ada untuk wira. Dimasing-masing sekolah biasanya kita punya yang namanya ketua kelompok. Diantara masing-masing ketua kelompok, akan memilih siapa yang akan memilih ketua forum yang disebut Korkab (koordinator kabupaten). Korkab memiliki pertemuan periodik yang diatur oleh staf relawan untuk membuat kegiatan pembinaan PMR di sekolah. Keberadaan forum membantu staf di PMI Kabupaten merencanakan kegiatan di sekolah (sekolah sehat, sekolah siaga bencana). Seluruh korkab akan memilih korprov (koordinator provinsi). Dari 33 provinsi, akan dipilih menjadi presiden remaja (sudah : sulbar dan sulsel). Kita mengikuti regulasi yang dikeluarkan oleh federasi, agar remaja mempunyai kontribusi dalam pengambilan keputusan di palang merah. Dia tidak punya AD/ART, mereka memberi masukan. PMI Kabupaten harus punya jadual untuk pertemuan. PMI Kabupaten harus punya tempat untuk menyambut kedatangan mereka di markas.

     

    Dipublikasi di CBHFA | Tag , , | Tinggalkan komentar

    Peran PSD & Humas dalam pengembangan kapasitas organisasi

    Mas Yudi sedang menyemangati untuk cari uang

    Presentasi Mas Yudi diawali dengan pemutaran lagunya Upin dan Ipin, “Sahabat Selamanya” untuk menggambarkan bahwa citra itu dibangun dengan kerja keras. Citra sangat diperlukan untuk mencari dana. Beliau juga menjelaskan tentang bagaimana citra PMI dimata masyarakat berdasarkan survei. Beliau juga mengungkapkan mengenai bagaimana pembentukan citra dan cara meningkatkannya. “Exit Strategy” juga beliau tawarkan untuk membuat program tetap bisa berjalan. Berikut ini adalah catatannya.

    Dipublikasi di CBHFA | Tag , | Tinggalkan komentar

    Kerangka Kerja Logis

    Mas Tri sedang menyampaikan tentang LFA

    Pak Tri, dari Markas Pusat PMI, pada hari Sabtu, 19 Februari 2011, bertempat di Ruang Keruing, Hotel Luwansa, menyampaikan dasar berpikir mengenai kerangka kerja logis. Dimulai dari tujuan umum yang merupakan mimpi yang ingin dicapai dari suatu program. Dilanjutkan dengan tujuan khusus yang merupakan bentuk yang lebih membumi dari tujuan umum. Dilanjutkan dengan output yang diinginkan dari masing-masing tujuan khusus. Kemudian berbagai kegiatan yang berguna untuk mewujudkan masing-masing output. Dari kerangka berpikir ini kita diharapkan bisa mengerti cara berpikir dari program ini secara utuh.

    Dipublikasi di CBHFA | Tag , , | Tinggalkan komentar