RAPAT BULANAN PMI KAPUAS, RABU 9 MEI 2012

Pengurus PMI Kapuas secara rutin melakukan rapat pengurus bulanan guna memastikan pelaksanaan program program yang sudah di buat agar berjalan dengan baik. Rapat bulanan pada hari Rabu tanggal 9 Mei 2012 di laksanakan di kediaman H Agung Suyatno selaku Wakil Ketua Pengurus PMI Kabupaten Kapuas. Sejumlah agenda yang di bahas pada rapat kali ini di antaranya :
1. Menentukan ruangan di Markas untuk Pos Pertolongan Pertama
2. Perubahan anggaran untuk dana hibah
3. Perkembangan persiapan pelatihan KPPBM Modul 4 dan Pelatihan PP
4. Rencana kegiatan Sepeda Riang oleh PSD

Hadir dalam rapat pengurus PMI Kapuas adalah wakil ketua H Agung dan empat staff PMI Kapuas yaitu Ahmad Effendi staf PSD dan Kehumasan, Irma Normauulidah staf kesehatan, Sri Handayani staf OD, Diklat dan relawan dan Nada Midarty Miranda staf Keuangan.
Berikut foto foto dokumentasi rapat rutin bulanan pada hari Rabu, 9 Mei 2012




Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

SYARAT DAN PROSEDUR DONOR DARAH

TATA CARA DONOR DARAH

1. Donor menyerahkan kartu donornya kepada petugas transfusi bila sudah pernah donor, dan yang baru dibuatkan kartu donor

2. Donor ditimbang berat badannya

3. Donor dites golongan darahnya dan kadar haemoglobil (HB)

4. Setelah memenuhi untuk menjadi donor sesuai persyaratan diatas seperti HB normal, berat badan cukup, maka donor dipersilahkan tidur untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter transfusi

5. Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter) barulah petugas transfusi darah (AID/PTID) siap untuk menyadap (mengambil) darahnya berdasarkan berat badan (250cc-500 cc)

6. Setelah diambil darahnya donor dipersilahkan ke kantin donor untuk menikmati hidangan ringan berupa kopi/susu, telor dan vitamin

7. Donor kembali ke bagian administrasi untuk mengambil kartu donornya yang telah diisi tanggal penyumbang dan registrasi oleh petugas

8. Selesai (pulang)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mengenal Sosok Henry Dunant : Bapak Palang Merah Dunia

Sebelumnya Gue Ucapin Selamat hari Palang Merah Sedunia

Jean Henri Dunant yang juga dikenal dengan nama Henry Dunant lahir 8 Mei 1828 – meninggal 30 Oktober 1910 pada umur 82 tahun, adalah pengusaha dan aktivis sosial warga negara Swiss juga dikenal sebagai Bapak Palang Merah Dunia. Dunant lahir di Jenewa, Swiss, putra pertama dari pengusaha Jean-Jacques Dunant dan istrinya Antoinette Dunant-Colladon. Keluarganya adalah penganut mashab Kalvin (Calvinist) yang taat serta mempunyai pengaruh yang signifikan di kalangan masyarakat Jenewa. Kedua orangtuanya menekankan pentingnya nilai kegiatan sosial. Ayahnya aktif membantu anak yatim-piatu dan narapidana yang menjalani bebas bersyarat, sedangkan ibunya melakukan kegiatan sosial membantu orang sakit dan kaum miskin. Dunant tumbuh pada masa kebangkitan kesadaran beragama yang dikenal dengan nama Réveil.

Pada usia 18 tahun, dia bergabung dengan Perhimpunan Amal Jenewa (Geneva Society for Alms Giving). Pada tahun berikutnya, bersama teman-temannya, dia mendirikan perkumpulan yang disebut ”Thursday Association”, sebuah kelompok anak muda tanpa ikatan keanggotaan resmi yang melakukan pertemuan rutin untuk mempelajari Bibel dan menolong kaum miskin. Waktu senggangnya banyak dia habiskan untuk mengunjungi penjara dan melakukan kegiatan sosial.

Pada tanggal 30 November 1852, Dunant mendirikan cabang YMCA di Jenewa. Tiga tahun kemudian, dia berpartisipasi dalam pertemuan Paris yang bertujuan membentuk YMCA menjadi sebuah organisasi internasional.

Pada tahun 1849, ketika berusia 21, Dunant terpaksa meninggalkan Kolese Kalvin (Collège Calvin) karena prestasi akademisnya buruk. Dia kemudian menjadi pekerja magang di perusahaan penukaran uang bernama Lullin et Sautter. Setelah masa magangnya selesai dengan prestasi baik, dia diangkat sebagai karyawan bank tersebut.

Pada tahun 1853, Dunant mengunjungi Aljazair, Tunisia, dan Sisilia karena ditugaskan oleh perusahaan yang melayani “wilayah-wilayah jajahan Setif”, yaitu perusahaan bernama Compagnie genevoise de Colonies de Sétif. Meskipun pengalamannya kurang, Dunant berhasil menyelesaikan penugasan tersebut dengan memuaskan.

Pada tahun 1859 Jean Henri Dunant melakukan perjalanan untuk urusan bisnis. Dunant tiba di Solferino pada petang hari tanggal 24 Juni 1859, tepat ketika pertempuran antara kedua pihak tadi baru saja selesai. Dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran Solferino, sebuah lokasi yang dewasa ini merupakan bagian Italia. Perang mengerikan antara pasukan Prancis dan Italia melawan pasukan Austria di Solferino, Italia Utara pada tanggal 24 Juni 1859. Tidak kurang 40.000 tentara terluka menjadi korban perang, sementara bantuan medis tidak cukup merawat korban sebanyak itu. Tergetar penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bersama penduduk setempat mengerahkan bantuan menolong mereka. Sekembalinya ke Jenewa pada awal bulan Juli, Dunant memutuskan menulis sebuah buku tentang pengalamannya itu, yang kemudian dia beri judul Un Souvenir de Solferino (Kenangan Solferino). Buku ini diterbitkan pada tahun 1862 dengan jumlah 1.600 eksemplar, yang dicetak atas biaya Dunant sendiri. Henry Dunant mengajukan 2 gagasan. Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong prajurit yg terluka di medan perang. Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yg cedera dan sukarelawan serta organisasinya yg menolong saat terjadinya perang.

Pada 1863 Henry Dunant bersama keempat kawannya merealisasi gagasan tersebut dengan mendirikan komite internasional untuk nantuan para tentara yang cedera, sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau Committee of The Red Cross (ICRC) merupakan lembaga kemanusiaan bersifat mandiri, sebagai penengah dan netral pada tahun 1863. Dalam perkembangannya Palang Merah Internasional juga memiliki Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau International Federation of Red Cross dan Red Crescent (IFRC). Semangat Henry Dunant inilah yang mengilhami terbentuknya Perhimpunan Nasional Palang Merah Nasional dan Bulan Sabit Merah yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia berjumlah 176 perhimpunan nasional. Sedang gagasan kedua Henry Dunant direalisasi Pemerintah Swiss dengan mengadakan konferensi Jenewa dengan menghasilkan Konvensi Jenewa (1864) yang terus dikembangkan sehingga dikenal sebagai Konvensi Jenewa 1949.

Pada tahun 1901, Henry Dunant menerima Penghargaan Nobel Perdamaian yang pertama, bersama dengan Frédéric Passy. Jean Henri Dunant meninggal dunia pada tanggal 30 Oktober 1910, dan kata-kata terakhirnya ialah“Kemana lenyapnya kemanusiaan?” Sesuai keinginannya, Dunant dikuburkan tanpa upacara di Kompleks Pemakaman Sihlfeld di Zurich. Dalam surat wasiatnya, dia mendonasikan sejumlah uang untuk menyediakan satu “ranjang gratis” di panti jompo di Heiden tersebut, yang harus selalu tersedia untuk warga miskin kawasan itu. Dia juga memberikan sejumlah uang, melalui akte notaris, kepada teman-temannya dan kepada organisasi amal di Norwegia dan Swiss.

Hari ulang tahunnya, 8 Mei, dirayakan sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia (”World Red Cross and Red Crescent Day”). Panti jompo di Heiden yang dulu menampungnya itu sekarang menjadi Museum Henry Dunant. Di Jenewa dan sejumlah kota lain ada banyak sekali jalan, lapangan, dan sekolah yang dinamai dengan namanya. Medali Henry Dunant, yang dianugerahkan setiap dua tahun oleh Komisi Tetap Gerakan Palang Merah dan Palang Merah Internasional, merupakan penghargaan tertinggi yang dianugerahkan untuk Henry Dunant

sumber

“Demikian sepenggal Kisah Sejarah kehidupan Bapak Palang Merah Dunia “Henry Dunant” ,Semoga Bisa menginspirasi dan menambah wawasan Bersama

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

PELATIHAN PMI UNTUK GURU DAN RELAWAN

Foto bersama Pengurus PMI Pusat, Fasilitator dan peserta Orientasi dan Pelatihan Pembina PMR

Kapuas – Adanya orientasi dan pelatihan Pembina PMR diharapkan PMI Kabupaten Kapuas akan memiliki SDM yang berkualitas pada bidang Palang Merah Remaja untuk mengembangkannya di sekolah. Hal ini di sampaikan oleh Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas Drs H Nurul Edy, M. Si, dalam Sambutan tertulisnya yang di bacakan wakil Ketuanya oleh H. Agung Suyatno saat pembukaan kegiatan, Selasa 20 Maret 2012 di Aula Hotel Al Madani Kuala Kapuas.

Dikatakan, Pelatihan Pembina Palang Merah Remaja (PMR) untuk Kabupaten Kapuas bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga dapat menjadi Pembina PMR yang berkarakter dan memegang teguh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Harapan lainnya, setelah pelatihan ini peserta dapat menjadi inisiator bagi kegiatan PMR dengan mengembangkan Tri Bakti PMR yaitu peningkatan ketrampilan hidup sehat, bakti masyarakat dan persahabatan Nasional juga Internasional, di PMI Cabang dan sekolah masing-masing.

“Pengembangan generasi muda melalui pembinaan PMR sekolah menjadi salah satu prioritas PMI dalam membentuk character building remaja dalam bidang kepalangmerahan atau kemanusiaan. Remaja merupakan asset masa depan yang perlu di arahkan dalam menyikapi kondisi sekitarnya,” katanya.

Kegiatan rutin yang di gelar ini juga menjadi ajang untuk mengakrabkan segenap Pembina PMR untuk saling bertukar informasi dan pengalaman seputar Palang Merah, sekaligus untuk mengembangkan sikap professional dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, senantiasa aktif mengkordinasikan setiap kegiatan yang mengatasnamakan PMI kepda pengurus sehingga dapat di pertanggung jawabkan dan di monitoring oleh pengurus PMI di semua tingkat secara terarah dan terkendali.
Orientasi dan pelatihan Pembina PMR berlangsung sejak 20 sd 27 Maret 2017 hasil kerjasama antara Palang Merah Spanyol dengan PMI Kabupaten Kapuas dengan melibatkan 15 orang guru dari sekolah yang terdiri dari 7 sekolah tingkat SMP/Mts sederajat yang disebut MPR Madya, 8 sekolah tingkat SMA/MA sederajat yang disebut PMR Wira dan 10 0rang relawan KSR PMI Kabupaten Kapuas.

Di harapkan pula 75 persen peserta dapat memfasilitasi PMR merancang kegiatan-kegiatan pengurangan resiko untuk anak dan remaja, sedangkan para guru setelah mengikuti pelatihan ini memiliki kemampuan dalam bidang kepalangmerahan serta dapat bekerjasama membantu PMI Kabupaten Kapuas dalam menjalankan tugas kepalangmerahan.

Demi menunjang kwalitas orientasi dan pelatihan fasilitator PMR yang baik, maka di hadirkan sejumlah fasilitator berpengalaman di bidang masing-masing, seperti dari PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Tengah, PMI Kota Palangkaraya dan pihak Palang Merah Spanyol.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

ORIENTASI DAN PELATIHAN FASILITATOR PEMBINA PMR

Kegiatan pembukaan

Pembukaan Orientasi dan Pelatihan Fasilitator Pembina PMR..dari kiri Rizwan staf palang Merah spanyol, H Agung wakil pengurus PMI Kapuas, Dody PMI Pusat dan Titin Srikandi Spd PMI Provinis Kalteng.


Kapuas – Anak dan remaja merupakan kelompok paling rentan beresiko tinggi terkena dampak bencana maupun masalah kesehatan, baik secara fisik maupun psikologi. Hal ini di sebabkan oleh beberapa factor antara lain wilayah tempat tinggalnya yang rawan maupun kurangnya pengetahuan, keterampilan dan kesadaran untuk mengurangi resiko.
PMR sebagai anggota remaja PMI mempunyai peran dan peluang mempengaruhi kelompok sebayanya, baik di sekolah maupun luar sekolah untuk meningkatkan keterampilan hidup sehingga dapat mengurangi dampak yang di timbulkan akibat bencana dan masalah kesehatan.

Peserta Pelatihan terdiri dari 15 guru dan 10 relawan


Melalu pendekatan pendidikan remaja sebaya, anak dan remaja akan bersama-sama bertukar informasi, menemukan masalah, merancang dan membuat kesepakatan solusi melalui kegitan dan perilaku pengurangan resiko. Perilaku positif yang di awali sejak dini akan berdampak pada kegiatan kualitas hidup di masa mendatang dan memberikan pengaruh kepada perilaku positif orang dewasa.

Karenanya guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan staf dan relawan serta guru di sekolah dalam hal memfasilitasi penguatan peran PMR, maka dilaksanakanLah Orientasi dan Fasilitator Pembina PMR sejak tanggal 20 sd 27 maret 2012 di Hotel Al Madani Kuala Kapuas.

Penyematan tanda peserta secara simbolis kepada peserta pelatihan

Kegiatan ini di laksanakan atas kerjasama Palang Merah Spanyol dengan PMI Kabupaten Kapuas dengan melibatkan 15 orang guru dari sekolah yang terdiri dari 7 sekolah tingkat SMP/Mts sederajat yang disebut MPR Madya, 8 sekolah tingkat SMA/MA sederajat yang disebut PMR Wira dan 10 0rang relawan KSR PMI Kabupaten Kapuas.

Suasana pembukaan yang di ikuti peserta pelatihan dan undangan

Diharapkan 75 persen peserta dapat memfasilitasi PMR merancang kegiatan-kegiatan pengurangan resiko untuk anak dan remaja, sedangkan para guru setelah mengikuti pelatihan ini memiliki kemampuan dalam bidang kepalangmerahan serta dapat bekerjasama membantu PMI Kabupaten Kapuas dalam menjalankan tugas kepalangmerahan.

Demi menunjang kwalitas orientasi dan pelatihan fasilitator PMR yang baik, maka di hadirkan sejumlah fasilitator berpengalaman di bidang masing-masing, seperti dari PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Tengah, PMI Kota Palangkaraya dan pihak Palang Merah Spanyol.

Dipublikasi di Pelatihan | Tinggalkan komentar

Palang Merah Spanyol Kunjungi Kapuas

Foto Bersama Depan Markas PMI Kabupaten Kapuas

Foto Bersama Depan Markas PMI Kabupaten Kapuas

Kuala Kapuas, – Guna mengenal lebih dekat dan memperkuat kerjasama antara PMI dengan Palang Merah Spanyol (SRC : Spanish Red Cross) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah  SCR Pusat dan PMI Provinsi mengunjungi Kabupaten Kapuas.

Sebagai tindak lanjut kerjasama yang sudah berjalan sekitar setahun itulah, maka team SRC Pusat yang terdiri dari Sergio Garcia selaku Program Manager, Rizwan M Yusuf, Farra Ayesya dan dua dari PMI Provinsi Kalteng Indri dan Ilham selama 3 (tiga) hari melihat secara langsung dua desa yang akan menjadi lokasi penerapan program.

Terpilihnya dua desa tersebut setelah adanya hasil survey awal team SRC yang di lakukan sebelumnnya, yaitu desa Pulau Kupang Kecamatan Bataguh dan Desa Teluk Palinget di Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.

Melalui interaksi dengan masyarakat di kedua desa itu pula di ketahui sejumlah permasalahan, diantaranya tentang kurangnya air bersih, kesehatan lingkungan dan lainya yang perlu dapat perhatian semua pihak.

Selama Kunjungan di Kabupaten Kapuas, selain mengunjungi lokasi dan memperkenalkan program Manager dan Sr. Project Officer dari SRC, juga di lakukan presentasi program penguatan organisasi serta mensosialisasikan kesepakatan mekanisme pelaksanaan program CBHFA – ODCB (Community Based Health And First Aid – Organisational Development Capacity Building) atau Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM).

Sementara itu, adanya keberadaan Palang Merah Spanyol  di Kabupaten Kapuas dinilai oleh kepala Markas PMI Kabupaten Kapuas dr. Jum’atil Fajar sangat baik dalam pengembangan organisasi kedepan. “ Diharapkan kerjasama ini dapat memperbaiki penyelenggaraan kegiatan sosial di Kabupaten Kapuas,” katanya.


SRC Bertamu ke rumah Kades Teluk Palinget

Jalan-jalan di Teluk Palinget

Meeting bersama di Markas PMI Kabupaten Kapuas

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

BAGI -BAGI BINGKISAN KEPADA PENDERITA KUSTA DI KOMPLEK PENAMPUNGAN PEDERITA KUSTA KABULAT

Pada hari Rabu tanggal 11 Januari 2012 . PMI Kabupaten Kapuas mengadakan kegiatan pelayanan sosial yang ke 4 kalinya di komplek penampungan penderita kusta KABULAT Kelurahan Selat Hulu Kabupaten Kapuas. Karena  Palang Merah Indonesia (PMI) Merupakan organisasi netral dan independen yang melakukan kegiatannya untuk kemanusian. Lahir pada tanggal 17 September 1945. Dalam bertugas, PMI berpegang teguh pada Tujuh Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu Kemanusian, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan. maka kami mengadakan kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan  yaitu membagikan bingkisan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kepada Bapak Joni yang menderita Katarak payah  sampai matanya tidak bisa melihat dan warga KABULAT yang menderita Penyakit Kusta.

semoga dengan diberikannya bingkisan  tersebut  warga kabulat juga dapat merasakan suasana seperti  masyarakat pada umumnya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, kedepannya kita bisa lebih peduli kepada sesama yang benar-benar membutuhkan uluran tangan kita dan kepada Pemerintah Daerah diharapkan dapat lebih memperhatikan kondisi masyarakatnya yang kurang mendapat perhatian dan terisolasi.

Pantang Menyerah Demi Kemanusian……………….

memberikan bingkisan kepada Bapak Joni yang menderita katrak

staf PMI Kab. Kapuas menanyakan keadaan mereka pada musim hujan sebelum membagikan bingkisan

Saat membagikan bingkisan kepada warga penderita kusta di Kabulat

Staf PMI dan Warga Kabulat Berfoto bersama

Staf PMI Kab. Kapuas dan warga Kabulat berfoto Bersama

Dipublikasi di Pelayanan | Tinggalkan komentar

PELAYANAN SOSIAL PERTAMA FORPIS

Minggu, 08 januari 2012, FORPIS Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mengadakan “Pelayanan Sosial”.

Acara di awali dengan meluncur memakai alat transportasi ramah lingkungan yaitu sepeda. Rute pertama yaitu mengunjungi dan memberikan bantuan kepada seorang Tuna Wisma bernama Pak Ahmad yang sering menggelandang di depan rumah Kepala Dinas Kesehatan di Jl. A. Yani. 

Dari Jl. A. Yani anggota FORPIS melanjutkan perjalanannya menuju Handil Baras.  Di Handil Baras ada seorang balita yang bernama Annisa berumur 4 tahun 7 bulan ia menderita Hidrosefalus.   

Dan akhirnya anggota FORPIS menuju SDLB-N Kapuas. Di sana anggota FORPIS membersihkan asrama SDLB dan mengganti Bed Cover yang sebelumnya hanya kasur tanpa Bed cover. 

Di SDLB-N anggota FORPIS mengadakan makan siang bersama dan terakhir memberikan Bantuan untuk SDLB.

Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memotivasi serta mempromosikan PMR di Kapuas, Kalimantan Tengah.

(Tovan Dwi  Pratama, Kalimantan Tengah)

Dipublikasi di Bakti Sosial, PMR | Tag | Tinggalkan komentar

Pertemuan Relawan dan Rapat Kerja Staf Bidang Relawan PMI

Pertemuan Relawan dan Rapat Kerja Staf Bidang Relawan PMI 26-30 Desember 2011

Teman-teman FORPIS se-Indonesia

Beberapa Perhimpunan Nasional telah menindak lanjuti dengan mengadakan Youth Forum yang memilih Youth Leader atau Youth President mulai dari tingkat nasional, daerah, dan cabang.
Selama Jumbara Nasional VI tahun 2006, Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengindikasiasi proses ini dalam kegiatan ”ngobrol bareng Palang Merah Remaja (PMR)” yang hasilnya menjadi program kerja bidang PMR.

Tahun 2011 Forum Remaja Palang Merah Indonesia Nasional IV dilaksanakan pada bulan Desember sekaligus memperingati Hari Relawan Nasional. Forum ini merancang program kerja Pembinaan PMR tahun 2012, sekaligus mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dalam forum ini juga memilih Koordinator FORPIS Nasional IV “Rininta”, perwakilan PMI Daerah Jawa Barat.
Strategi jangka panjang, forum ini juga akan terlibat aktif dalam pembahasan topik-topik ditingkat Internasional.

Pengertian : Forpis merupakan kumpulan perwakilan PMR untuk menyalurkan dan mengkoordinir aspirasi PMR Mula, Madya, dan Wira.

Tujuan : Meningkatkan peran aktif PMR dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan PMI.

Kedudukan :

1. Forpis berada ditingkat Pusat, Daerah, dan Cabang
2. Forpis tidak mempunyai kepengurusan sehingga dalam melaksanakan fungsinya dikoordinir oleh Koordinator FORPIS Nasional (Koornas), Koordinator FORPIS Daerah (Koorda), dan Koordinator Cabang (Koorcab), dan dibantu oleh tim sekretariat yaitu Divisi/Bidang/Unit PMR dan Relawan ditingkat PMI Pusat, Daerah, dan Cabang
3. Forpis berasal dari unsur PMR Wira, karena ditinjau dari segi usia dan kapasitas telah mampu menyalurkan dan mengkoordinir aspirasi PMR Mula, Madya, Wira
4. Peserta Forpis adalah para ketua PMR Wira, atau perwakilan unit PMR yang mempunyai karakter kepemimpinan

Mekanisme :

1. Forpis mengadakan pertemuan minimal setahun sekali ditingkat Pusat, 6 bulan sekali ditingkat PMI Daerah, dan 3 bulan sekali ditingkat Cabang
2. Pembahasan Forpis adalah topik-topik strategis pengembangan PMR Mula, Madya, dan Wira yang kemudian dilaksanakan oleh seluruh anggota PMR dengan pendekatan Youth Centre

Alur koordinasi :

Dimana…
• Forpis Cabang berkedudukan di PMI Cabang
• Forpis Daerah berkedudukan di PMI Daerah
• Forpis Nasional berkedudukan di PMI Pusat

Kapan mengadakan pertemuan…
• Forpis Cabang : minimal 3 bulan sekali
• Forpis Daerah : minimal 6 bulan sekali
• Fopsis Nasional : minimal 1 tahun sekali

Peran & tanggung jawab

• Nama jabatan: Koordinator FORPIS Nasional
• Fungsi utama:
Sebagai pemimpin Forpis Nasional
• Tanggung jawab umum:
Mengkoordinir koodinator daerah
• Tanggung jawab teknis:
Menyalurkan aspirasi PMR ke PMI Pusat
Menyalurkan informasi dan keputusan dari PMI Pusat ke seluruh Korda, melalui Tim Sekretariat
Mengontrol jalannya program kerja Forpis Nasional
Memberikan laporan kepada PMI Pusat
Sebagai delegasi PMR di ajang Internasional
• Hubungan internal:
PMI Pusat (Divisi PMR dan Relawan), PMI Daerah (Bagian PMR dan Relawan), PMI Cabang (Bidang PMR dan Relawan),

Korda, Forum Relawan Nasional
• Hubungan eksternal:
Presiden Remaja PM/BSM Internasional, departemen/dinas/instansi terkait tingkat nasional dan internasional

Peran & tanggung jawab

• Nama jabatan: Koordinator Daerah (Korda)
• Fungsi utama:
Sebagai pemimpin Forpis Daerah
• Tanggung jawab umum:
Mengkoordinir korcab
• Tanggung jawab teknis:
Menyalurkan aspirasi PMR ke PMI Daerah
Menyalurkan informasi dan keputusan dari PMI Daerah ke seluruh Korcab, melalui Tim Sekretarriat
Mengontrol jalannya program kerja Forpis Daerah
Memberikan laporan kepada PMI Daerah
Sebagai delegasi PMR di tingkat nasional
• Hubungan internal:
Koordinator FORPIS Nasional, Korcab, PMI Daerah (Bagian PMR dan Relawan),PMI Cabang (Bidang PMR dan Relawan), Forum Relawan Daerah
• Hubungan eksternal:
Korda seluruh Indonesia, departemen/dinas/instansi terkait tingkat Propinsi

Peran & tanggung jawab

• Nama jabatan: Koordinator Cabang (Korcab)
• Fungsi utama:
Sebagai pemimpin Forpis Cabang
• Tanggung jawab umum:
Mengkoordinir Ketua Unit PMR
• Tanggung jawab teknis:
Menyalurkan aspirasi PMR ke PMI Cabang
Menyalurkan informasi dan keputusan dari PMI Cabang ke Ketua unit PMR, melalui tim sekretariat
Mengontrol jalannya program kerja Forpis Cabang
Memberikan laporan kepada PMI Cabang
Sebagai delegasi PMR di tingkat daerah
• Hubungan internal:
Koorda, Ketua PMR, PMI Cabang (Bidang PMR dan Relawan), Forum Relawan Cabang
• Hubungan eksternal:
Korcab, departemen/dinas/instansi terkait tingkat kota/kabupaten

Sumber daya (SDM, material, dana)
• PMI
• Donatur
• Unit Usaha (kas, penggalangan dana PMR, dll)

Hasil yang diharapkan

1. Adanya rencana kerja pembinaan dan pengembangan PMR untuk pusat, daerah, dan cabang sesuai prioritas kebutuhan dan kapasitas, yang proses penyusunannya melibatkan unsur pengurus, staf, relawan, dan anggota PMR.
2. Adanya akses bagi anggota PMR dan kesadaran untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan PMR
3. Peningkatan kapasitas PMI Pusat, Daerah, dan Cabang dalam pembinaan dan pengembangan PMR

 (TOVAN DWI PRATAMA, Forpis Kab. Kapuas, Kalteng)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pertemuan Sekaligus Pembagian Baju Porpis

Pada hari jum’at tanggal 06 january 2012. Dalam rangka pertemuan sekaligus pembagian baju ‘Forpis’ PMI Kuala Kapuas bersama anggota – anggota ‘Forpis’ yang akan melaksanakan Bakti Sosial yang di selenggarakan pada hari Minggu 08 January 2012. Kegiatan ini juga di bantu oleh Dinas – dinas setempat.

Berkenaan dengan kegiatan ini Forpis PMI Kab. Kapuas mengharapkan agar kegiatan Bakti Sosial dapat Berjalan dengan yang di rencanakan.

Baju porpis

Baju Porpis nampak dari belakang

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar