Donor Darah Bersama Jema’at Ahmadiyah Lamunti

Pada Rabu tanggal 24 November 2013, 2 (dua) orang Staf dan 3 (tiga) orang Relawan PMI Kab. Kapuas bekerjasama dengan pihak UTD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melaksanakan kegiatan Donor Darah yang dilaksanakan oleh Warga Jem’aat Ahmadiyah di Lamunti Kec. Mantangai. Dimana perjalanan kami menuju lokasi yaitu Lamunti  2. A3 Desa Sekata makmur Kec. Mantangai Kab. Kapuas memakan waktu ± 2 jam dengan kondisi jalan yang cukup extream.

Peserta Donor Darah di Lamunti desa Sekata Makmur Kec. Mantangai

Melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat Donor Darah

Dalam Kegiatan tersebut jumlah pendonor yang mendaftarkan diri sekitar 30 orang namun yang memenuhi syarat dan berhasil diambil darahnya yaitu hanya 19 orang.  dan jumlah tersebut cukup menambah persediaan stok Darah untuk UTD RS yang nantinya akan digunakan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Pendonor Darah asal Palangkaraya

 

Pendonor dari Lamunti desa Sekata Makmur

Petugas UTD sedang melakukan Pengambilan darah dari salah satu Jemaat Ahmadiyah

Kegiatan Donor Darah ini merupakan pertama kali dilaksanakan oleh Jema’at Ahmadiyah Lamunti, dimana peserta donor tersebut merupakan Jema’at Ahmadiyah dari warga Desa Sekata Makmur, Desa Dadahup bahkan ada beberapa Jema’at Ahmadiyah dari Palangkaraya. Harapan mereka kegiatan ini bisa berkelanjutan setiap 3(tiga) bulan sekali ujar Bapak Abdul Ghofur selaku panitia pelaksana karena mengingat juga di Kabupaten Kapuas saat ini kebutuhan akan darah masih sangat diharapkan ketersediaannya secara terus menerus.

Salah satu panitia kegiatan Donor Darah Bapak Abdul Ghofur

Pendonor Ahmadiyah dari Palangkaraya

Salah satu pendonor darah dari Jemaat Ahmadiyah.

 

 

 

Dipublikasi di Donor Darah | Tag | 1 Komentar

Kegiatan Internal Meeting PMI Kabupaten Kapuas

Pada Tanggal 19 November 2013

PMI Kabupaten Kapuas melaksanakan Kegiatan Internal Meeting, kegiatan ini dihadiri sekitar 23 Orang yang masing-masing perwakilan dari staf dan pengurus PMI Kab.Kapuas, PMI Provinsi Kalimantan Tengah,  PMI pusat, Palan Merah Spanyol dan KSR PMI Kab. Kapuas.

Kegiatan Ini dilaksanakan untuk menerangkan pengembangan organisasi, kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat yang didanai oleh Palang Merah Spanyol sudah berjalan selama tiga tahun dan semenjak dimulainya program ini sampai sekarang sudah banyak perkembangan yang dialami oleh Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas.

 

 

 

 

Dalam kegiatan ini narasumbernya adalah Bpk. dr. Jum’atil Fajar, MHlthsc selaku Kepala Markas(Sekretaris) PMI Kab. Kapuas dan Bpk. Tiel djabar selaku Kepala Markas(Sekretaris) PMI Provinsi Kalimantan Tengah.

Setelah acara ini dibuka oleh pembawa acara, selanjutnya ada beberapa sambutan serta penyampaian oleh Bpk. Raison, S.KM (Pengurus PMI Kab.Kapuas).

 

 

Sesi selanjutnya, presentasi dari PMI Provinsi Kalimantan Tengah mengenai rencana sustainability PMI Provinsi secara umum dan secara khusus terhadap daerah program dampingan( Palangkaraya, Barito Selatan dan Kapuas) Oleh Bpk. dr. Tiel Djabar.

 

 

Selanjutnya Presentasi dari Bpk. dr. Jum’atil fajar MHlthsc, dalam presentasinya beliau memperkenalkan Pengurus, Staf dan gambaran secara umum tentang PMI Kabupaten kapuas. Beliau juga menerangkan tentang jumlah relawan markas dan tentang keberlangsungan organizational development.

 

 

 

Hasil yang dicapai dalam kegiatan Internal Meeting ini yaitu:

– Memiliki Cara lain untuk pendanaan di PMI Kab.Kapuas selain Dana Hibah.

-Memiliki strategi untuk kegiatan PMI selanjutnya di PMI Provinsi dan Kab.Kapuas serta Kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah.

-Mengetahui apa saja yang sudah dicapai oleh PMI Kab.Kapuas

Dipublikasi di CBHFA | Tag | Tinggalkan komentar

PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA DI DESA TERUSAN RAYA

Pada sabtu, minggu kedua bulan November  KPPBM mulai memasuki kegiatan pelatihan Pertolongan Pertama untuk relawan desa Terusan Raya, di pertemuan kali ini yang menjadi fasilitator adalah Karolika Suriyana dan Sugian. Dalam pelatihan kali ini yang menjadi topik materi yang diberikan oleh fasilitator sekaligus pengantar Pertolongan Pertama adalah :

  1. Pengertian Pertolongan Pertama.
  2. 4 prinsip manajemen pertolongan pertama.
  3. Empat langkah untuk melakukan pertolongan pertama.
  4. Memprioritaskan 4 dari 11 kasus kecelakaan yang sering terjadi dimasyarakat.
  5. Pengenalan isi dari tas PP.

ok1

ok2

ok3

 

Sebelumnya, tentang pengertian Pertolongan Pertama fasilitator ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan relawan desa mengenai Pertolongan Pertama. Masing-masing relawan desa menyampaikan berbagai macam pendapat mereka tentang Pertolongan Pertama. Setelah itu, barulah fasilitator menjelaskan definisi Pertolongan Pertama, tujuan Pertolongan Pertama dan apa-apa saja syarat dan kemampuan yang harus dimiliki oleh penolong pertama.

Dalam topik berikutnya, fasilitator menyampaikan empat prinsip manajemen Pertolongan Pertama yaitu :

  1. Tetap tenang atau tidak menimbulkan risiko bagi diri sendiri, korban cidera dan saksi.
  2. Tangani keadaan agar memberikan akses yang aman bagi penderita.
  3. Tangani penderita.
  4. Lakukan segala sesuatu secara bertahap.

Dan empat langkah melakukan Pertolongan Pertama, yaitu :

  1. Kaji keselamatan ditempat kejadian dan keadaan penderita.
  2. Rencanakan intervensi Pertolongan  Pertama berdasarkan penilaian.
  3. Laksanakan dukungan Pertolongan Pertama dan dukungan Psikologis.
  4. Evaluasi pengaruh Pertolongan Pertama dan pantau penderita.

IMG_20131109_102538

IMG_20131109_102728

IMG_20131109_102049

Setelah menjelaskan beberapa topik diatas, relawan desa diminta untuk memilih dari 11 kasus yang ada menjadi beberapa yang paling sering terjadi di Terusan Raya. Dari 11 kasus kecelakaan yang sering terjadi dimasyarakat, relawan desa memilih 4 kasus yang berada ditempat kerja seperti diladang, dikebun dan 1 kasus kecelakaan diair yang sering terjadi didesa Terusan Raya yang selanjutnya akan menjadi prioritas pelatihan Pertolongan Pertama di minggu berikutnya. Diantara 5 dari 11 kasus yang ada relawan desa Terusan Raya memilih diantaranya adalah Luka terkena alat tani, digigit ular, Tertusuk duri atau ranting, Keracunan zat kimia dan Pertolongan Pertama mendasar di air.

Selanjutnya, relawan cabang memperkenalkan apa-apa saja isi dari tas PP yang akan di distribusikan kepada relawan desa serta apa-apa saja fungsi dari isi tas PP tersebut. Hal ini bertujuan agar para relawan desa lebih bersemangat lagi untuk mengikuti pelatihan  Pertolongan Pertama dan lebih mengetahui apa-apa saja fungsi-fungsi dari setiap komponen yang ada dalam tas PP tersebut.

IMG_20131109_102728

IMG_20131109_102538

Setelah menyampaikan beberapa hal diatas mengenai Pertolongan Pertama kegiatan dilanjutkan dengan perencanaan kegiatan aksi BISA dan berdasarkan hasil kesepakatan diskusi dari relawan desa maka kegiatan Aksi-BISA akan kembali dilaksanakan pada minggu pertama bulan desember

Dipublikasi di CBHFA, Pelatihan | Tag | Tinggalkan komentar

KPPBM : Monev Di Desa Terusan Raya

Terusan Raya, Kamis 3 Oktober 2013

Relawan cabang kembali melakukan monitoring

Pada kegiatan kali ini Relawan cabang berkunjung ke Puskesmas Terusan tengah, dimana Puskemas terusan tengah ini membawahi 7 desa yang diantaranya adalah: Terusan Raya, Terusan Makmur, Terusan Mulya, Terusan Raya Muara, Baguntan Raya, Terusan Raya Barat & Terusan Raya Hulu dengan luas wilayah 95,54 km2  dan perlu diketahui pula wilayah ini untuk sebelah timur berbatasan dengan sungai Kapuas, sebelah barat berbatasan dengan sungai Kahayan, sebelah utara berbatasan dengan Pulau Kupang & Sebelah Barat berbatasan dengan laut jawa.

Selain untuk kunjungan silaturahmi, kunjungan relawan cabang ke puskesmas terusan tengah juga bertujuan untuk meminta data angka kesaakitan dan data kelambu malaria yang telah di distribusikan sejak tahun 2011-2013 khususnya untuk desa Terusan Raya Muara.

Dikarenakan kedatangan Relawan cabang yang mendadak ke Puskesmas Terusan Tengah maka data tidak dapat disediakan oleh pihak puskesmas pada saat itu juga, data akan dititipkan kepada Relawan desa pada lusa tanggal 5 oktober begitu yang dikatakan oleh bapa Nurrahmat kepala puskesmas Terusan Tengah.

Sebelumnya Relawan Cabang meminta data tersebut kepada bidan desa terusan raya muara yaitu ibu Era namun beliau mengatakan data tersebut tidak ada dengan beliau kalaupun ada yang memegang data tersebut adalah petugas yang membawahi program malaria didesa tersebut dan untuk data kesakitan itu akan lebih lengkap jika diminta langsung diPuskesmas Terusan Tengah.

catatan :

Untuk kegiatan monev kali ini tidak disertai foto kegiatan dikarenakan pada saat itu alat dokumentasi tidak memadai berkenaan dengan berbarengannya kegiatan PMI yang lainnya

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan komentar

KPPBM : PELAPORAN DIDESA TERUSAN RAYA

Terusan Raya,Sabtu 29 Oktober 2013

Relawan desa kembali melakukan pelaporan, kali ini pelaporan dilaksanakan di Musholla desaTerusan Raya, pada pelaporan kali ini dapat diketahui bahwa:

–      kunjungan rumah tangga yang dilakukan bulan oktober sebanyak 513 kali

–      pertemuan kelompok sebanyak 16 kali

–      Pertolongan Pertama sebanyak 10 orang dan

–      orang baru yang terjangkau sebanyak 42 orang.

20131029_114942

Pelaporan Bulanan Relawan Desa Terusan Raya

20131029_105350

Relawan Desa Pada saat melakukan

pelaporan bulanan

20131029_114601_2

20131029_112203

Setelah selesai membahas pelaporan fasilitator melanjutkan agenda kegiatan yaitu penyampaian jadwal kegiatan selama bulan November , di minggu pertama sampai minggu ketiga relawan desa akan mendapatkan pelatihan Pertolongan Pertama Kecelakaan di tempat kerja dan di minggu ke empat rellawan desa akan kembali melakukan pelaporan.

Disela kegiatan pelatihan dan pelaporan relawan desa juga akan melaksanakan Aksi BISA yang di rencanakan pada minggu kedua bulan November.

20131029_114551

20131029_105454

20131029_114601

Diinformasikan juga kepada relawan desa bahwa keramik filter yang di pesan untuk di bagikan pada Rumah tangga dampingan mereka akan segera tiba di Kuala kapuas padaakhir november dan awal desember dan pendistribusian akan segera di laksanakan segera sesuai kesepakatan waktu yang di tentukan.

20131029_111845

20131029_111853

20131029_111949

games untuk mengembalikan mood relawan desa

Dipublikasi di CBHFA, Pelatihan | Tag | Tinggalkan komentar

PELATIHAN KPPBM : TOPIK PERTOLONGAN PERTAMA DI TEMPAT KERJA DI DESA TERUSAN RAYA

Terusan Raya, Sabtu 16 November 2013

Relawan Desa terusan raya kembali melanjutkan pelatihan Pertolongan Pertama. Setelah sebelumnya di minggu lalu relawan desa di perkenalkan dengan tas pertolongan pertama beserta isi dan fungsinya kemudian memprioritaskan dari 11 pertolongan pertama di tempat kerja menjadi 5 Prioritas saja yang akan dibahas, kali ini pelatihan dimulai denga materi pertolongan pertama di tempat kerja mengenai luka terkena alat tani, pada kesempatan ini pembahasan lebih di fokuskan pada pengenalan luka dan bagaimana cara mengatasi luka dan salah satu keterampilan yang diajarkan kepada relawan desa adalah cara membalut luka yang benar serta bagaimana menginpropisasi alat tersebut sesuai dengan keadaan di masyarakat misalnya untuk membalut luka jika tidak ada pembalut kasa bisa dengan kain yang lain dengan catatan di usahakan bersih.

2013-11-16 09.50.20

saat membuka pelatihan didesa terusan raya

2013-11-16 10.24.20

2013-11-16 10.20.37

2013-11-16 11.07.15

Pokok pembelajaran PP mendasar untuk pendarahan dan luka yang dibahas meliputi:

–       Pendarahan yang parah dapat mengancam keselamatan jiwa

–       Periksa keamanan di tempat kejadian

–       Cari bantuan

–       Berikan tekanan secara langsung pada luka untuk menghentikan pendarahan

–       Baringkan penderita

–       Gunakan kain kasa atau kain pembalut yang bersih

–       Tekan lukanya dan pastikan pendarahan terkendali

–       Berikan PP Psikologis

–       Hindari sentuhan langsung dengan darah dan cuci tangan setelah melakukan PP

Untuk memberikan pemahaman kepada relawan desa selain pemberian materi secara teori relawan desa juga di ajak untuk mempraktekkan secara langsung bagaimana cara membalut jika terjadi luka.

2013-11-16 11.09.14

saat fasilitator menjelaskan tentang cara membalut luka

2013-11-16 11.03.53

Relawan Desa mempraktekkan cara membalut luka

2013-11-16 11.01.22

2013-11-16 11.04.19

Agar semua relawan desa melakukan hal tersebut maka untuk memudahkan relawan desa dibagi dalam 5 kelompok berdasarkan hitungan acak dan mereka secara bergantian mempraktekan cara membalut luka yang benar secara bergantian dalam kelompoknya.

Selesai membahas PP mendasar untuk pendarahan dan luka, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua yaitu PP mendasar untuk cedera tulang.

Pokok pembelajaran PP mendasar untuk cedera tulang adalah:

–       Temukan keadaan bengkak atau posisi yang tidak wajar dari anggota badan, otot atau sendi tulang yang cedera

–       Obati pendarahan dan syok

–       JANGAN mencoba mengembalikan anggota badan yang bentuknya tidak wajar ke keadaan semula

–       Hindari memikul beban pada anggota badan yang cedera.

Untuk menambah keterampilan relawan desa pada materi ini di ajarkan bagaimana membidai tangan dan kaki dan alat apasaja yang dapat digunakan untuk menggantikan bidai jika tidak tersedia dilingkungan masyarakat.

2013-11-16 11.41.31

Saat fasilitator mempraktekkan cara memasang bidai

2013-11-16 11.04.19

Relawan desa sangat antusias ketika diajarkan materi pertolongan pertama pada hari ini, karna pengetahuan ini bagi mereka sangat penting dan bermanfaat untuk masyarakatnya, dengan begini mereka lebih semangat untuk melakukan kunjungan rumah tangga karna ada materi baru yang bisa mereka ajarkan kepada masyarakat di rumah tangga dampinganya

Dipublikasi di CBHFA, Pelatihan, Uncategorized | Tag | Tinggalkan komentar

Pelatihan Pertolongan Pertama Di Desa Handiwung

Pada hari Jum’at, tanggal 15 November 2013

Tujuh orang Relawan PMI Kab.Kapuas kembali mengadakan pelatihan KPPBM,kali ini materi yang disampaikan ialah Pertolongan Pertaman (PP). Dalam pelatihan ini yang menjadi fasilitator ialah Rahmad Kelana Saputra, Sugian dan M.Yamin.

Materi yang diberikan dalam Pelatihan Pertolongan Pertama(PP) kali ini ialah:

-Pengertian Pertolongan Pertama,Medis dasar,Siapa Pelaku PP, dan apa tujuan PP

-Apa saja kewajiban pelaku PP

-Memprioritaskan apa saja kasus kecelakan yang sering terjadi dimasyarakat(Khususnya di desa handiwung)

-Memperkenalkan secara umum apa saja isi dari tas PP

2013-11-15 14.45.42 2013-11-15 14.05.50

Sebelum memasuki materi tentang pengertian Pertolongan Pertama fasilitator ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan relawan desa mengenai Pertolongan Pertama. Masing-masing relawan desa menyampaikan berbagai macam pendapat/pengetahuan mereka tentang Pertolongan Pertama. Setelah itu, baru fasilitator menjelaskan definisi Pertolongan Pertama,Pengertian medis dasar,Siapa pelaku PP dan tujuan Pertolongan Pertama.

Selanjutnya fasilitator menyampaikan apa saja kewajiban pelaku Pertolongan Pertama. Ada sembilan kewajiban bagi pelaku Perolongan Pertama,yaitu:

1. Menjaga keselamatn diri, anggota Tim, korban dan orang sekitarnya.

2. Dapat menjangkau korban

3. Dapat mengenal dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa.

4. Meminta bantuan atau rujukan

5. Memberi pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban.

6. Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya.

7. Ikut menjaga kerahasiaan medis.

8. Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat.

9. Mempersiapkan Korban untuk dievakuasi/ditrasportasi.2013-11-15 14.21.13 2013-11-15 14.26.01

 

Setelah menjelaskan apa saja kewajiban pelaku pertolongan pertama, fasilitator meminta kepada relawan desa untuk memilih beberapa kasus dari 11 kasus yang paling sering terjadi di Desa Handiwung. Dari 11 kasus kecelakaan yang sering terjadi dimasyarakat, relawan desa memilih 4 kasus kecelakaan yang berada ditempat kerja seperti disawah dan 1 kasus kecelakaan diair yang sering terjadi didesa Terusan Raya yang selanjutnya akan menjadi prioritas pelatihan Pertolongan Pertama di minggu berikutnya. Diantara 5 dari 11 kasus yang ada relawan desa Terusan Raya memilih diantaranya adalah Luka terkena alat tani, disambar petir, Tertusuk duri atau ranting, Keracunan zat kimia dan Pertolongan Pertama mendasar di air.

Kemudian fasilitator memperkenalkan apa saja isi dan fungsi masing-masing dari isi tas PP agar para relawan desa mengetahui apa saja fungsi dari komponen-komponen yang terdapat dalam tas PP.

2013-11-15 14.45.42  2013-11-15 14.44.02

Sebelum menuntup pelatihan hari ini Fasilitator kembali mengingatkan pada Relawan Desa agar melengkapi kembali data-data yang belum lengkap untuk pendistribusian keramik filter.

Dipublikasi di CBHFA, Pelatihan | Tag | Tinggalkan komentar

Sekolah Sehat : Simulasi Sikat Gigi di SDN 1 dan SDN 5 Pulau Kupang

Kamis, 14 November 2013

5 Relawan Cabang PMI Kab.Kapuas dan 3 Relawan Kelurahan Pulau Kupang kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Sehat di SDN 1 dan SDN 5 Pulau Kupang. Kedatangan kali ini mengajarkan tentang “Cara Sikat Gigi yang Baik dan Benar” kepada para murid-murid. Sebelum melakukan simulasi sikat gigi,maka dari relawan memberikan materi yang berhubungan dengan penyebab-penyebab gigi berlubang yang salah satunya adalah cara menggosok gigi yang salah.

Cara menyikat gigi dengan baik yang benar :

1.  Posisi sikat membentuk sudut 45 derajat kemudian gosok gigi anda secara lembut dan perlahan dengan cara memutar.

2.  Gunakan gerakan yang sama yaitu memutar untuk menyikat bagian permukaan gigi dalam.

3.  Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah yaitu gigi geraham. Caranya adalah menggunakan ujung bulu sikat gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok.

4.  Gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan ke bawah untuk membersihkan gigi depan bagian dalam

salah satu relawan kelurahan Pulau Kupang bersedia membantu memberikan  materi Sikat Gigi kepada para murid

salah satu relawan kelurahan Pulau Kupang bersedia membantu memberikan materi Sikat Gigi kepada para murid

murid SDN 5 saat memperhatikan materi yang diberikan

murid SDN 5 saat memperhatikan materi yang diberikan

murid SDN 1 saat menyimak materi yang diberikan     murid SDN 1 saat menyimak materi yang diberikan

murid SDN 1 saat menyimak materi yang diberikan

Selain memberikan materi tentang apa saja yang menyebabkan gigi berlubang, relawan PMI juga  mempraktekkan bagaimana cara yang baik dan benar menggosok gigi dipagi hari sesudah sarapan dan dimalam hari sebelum tidur, yang selanjutnya akan dipraktekkan oleh para murid-murid.

Relawan Cabang saat mempraktekan sikat gigi yang baik dan benar

Relawan Cabang saat mempraktekan sikat gigi yang baik dan benar di SDN 1 Pulau Kupang

Relawan Cabang saat mempraktekan Sikat gigi yang baik dan benar

Relawan Cabang saat mempraktekan Sikat gigi yang baik dan benar di SDN 5 Pulau Kupang

Selanjutnya, semua murid pun melakukan simulasi menggosok gigi yang baik dan benar dengan didampingi Relawan Cabang dan Relawan Kelurahan.

kesenangan para murid SDN 5 saat memperlihatkan sikat gigi mereka

kesenangan para murid SDN 5 saat memperlihatkan sikat gigi mereka

kesenangan para murid SDN 5 saat memperlihatkan sikat gigi mereka

kesenangan para murid SDN 1 saat memperlihatkan sikat gigi mereka

SDN 1 saat simulasi sikat gigi

SDN 1 saat simulasi sikat gigi

???????????????????????????????

para murid SDN 5 saat simulasi sikat gigi

para murid SDN 5 saat simulasi sikat gigi

DSC_0016

Dipublikasi di CBHFA | Tag | Tinggalkan komentar

Kegiatan Sekolah Sehat di MI Miftahuddin Desa Handiwung

Pada Hari Rabu, Tanggal 13 November. Tiga orang Relawan PMI Kab. Kapus dan 2 orang Relawan Desa kembali melakukan kegiatan Sekolah Sehat di MI MIFTAHUDDIN. Kali ini Relawan PMI memberikan materi tentang “SIMULASI CARA MENGGOSOK GIGI YANG BAIK DAN BENAR” kepada murid-murid. Selanjutnya, sebelum para murid mempraktekkan cara menggosok gigi yang baik dan benar, Relawan PMI memberikan materi yang berhubungan dengan penyebab-penyebab gigi berlubang yang salah satunya adalah cara menggosok gigi yang salah.

tes

Suasanan Saat Relawan PMI memberikan materi tentang Cara Sikat Gigi yang Baik dan Benar

2013-11-30 14.31.47

Selain memberikan materi tentang apa saja yang menyebabkan gigi berlubang, relawan PMI juga  mempraktekkan bagaimana cara yang baik dan benar menggosok gigi dipagi hari sesudah sarapan dan dimalam hari sebelum tidur, yang selanjutnya akan dipraktekkan oleh para murid di MI MIFTAHUDDIN. Setelah relawan PMI mempraktekkan cara menggosok gigi yang baik dan benar, kemudian para relawan membagikan satu per satu paket sikat gigi dan pasta gigi kepada murid-murid untuk simulasi. Selanjutnya, semua murid menuju lapangan sekolah untuk melakukan simulasi menggosok gigi. Dan secara bergantian para murid kemudian mempraktekkan bagaimana langkah-langkah menggosok gigi yang baik dan benar.

Murid MI MIFTAHUDDIN melakukan simulasi Sikat Gigi di Halaman Sekolah Sehat

Murid MI MIFTAHUDDIN melakukan simulasi Sikat Gigi di Halaman Sekolah Sehat

2013-11-30 14.43.12

Setelah selesai melakukan simulasi Sikat Gigi dihalaman sekolah para murid kembali masuk kekelasnya dan beristirahat.

Dipublikasi di CBHFA | Tag | Tinggalkan komentar

AKSI BISA DESA TERUSAN RAYA

Selasa 05 November 2013 bertepatan dengan tahun baru islam relawan desa bersama Kades Terusan Raya, Relawan cabang, Komite Desa & Warga Desa melaksanakan Aksi Bisa. Berdasarkan pada rencana kegiatan yang di musyawarahkan pada Hari Sabtu 02 November 2013 lalu, pada pukul 06.00 WIB relawan desa dan masyarakat akan menunggu jemputan di pelabuhan pada RT mereka masing-masing, mereka akan di jemput menggunakan Kelotok besar yang sebelumnya telah di sewa oleh relawan desa, rute kegiatan pada hari ini dimulai dari Handil Pelita yaitu RT.01 di desa Terusan Raya, Handil Sepakat yang membatasi Desa Terusan Raya dan Pulau Kupang & Handil Melintang yang merupakan wilayah P. Kupang di RT.22 kurang lebih jalan yang di bersihkan sepanjang 600 Meter.

??????????

??????????HANDIL PELITA RT 1 DESA TERUSAN RAYAJembatan Handil Pelita RT 1 Desa Terusan Raya penghubung antara Handil Sepakat dan Handil Melintang

HANDIL SEPAKAT DESA TERUSAN RAYA

Perbatasan antara Handil Sepakat Desa Terusan Raya dengan Handil Melintang Pulau KupangHANDIL SEPAKAT TERUSAN RAYA??????????

Jembatan Handil Melintang Pulau Kupang

Tujuan dari kegiatan ini untuk membuka jalan penghubung antara Terusan Raya dan Pulau Kupang yang sudah 8 tahun sejak pembuatan jalan tersebut dibuat dengan kumpulan kerukan tanah yang di tumpuk selebar 4 Meter dan sepanjang 600 meter yang hingga saat ini baru kali ini di bersihkan kembali, tentunya tidak mudah membersihkan jalan penghubung tersebut sebab jalan tersebut sudah seperti hutan belantara, banyak pohon-pohon besar yang sudah tumbuh tak beraturan di sepanjang jalan tersebut, jika biasanya Aksi Bisa hanya menggunakan Parang dan mesin rumput, maka kali ini harus di tambah dengan mesin senso untuk menebang pohon-pohon besar yang tumbuh di tengah-tengah jalan tersebut.

JALAN YANG MASIH DIPENUHI DENGAN POHON-POHON  SERTA RANTINR-RANTING YANG MENJALARRanting pepohonan yang menjalar-jalar

??????????Jalan yang masih dipenuhi rumput-rumput

??????????

JALAN YANG MASIH DIPENUHI RUMPUT-RUMPUT

SENSO YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG KAYU DAN POHON

Senso, alat yang digunakan untuk menebang pohon dan batang kayu

IBU HERNA SUSITA DAN IBU RAUDAH SALAH SATU RELAWAN DESA TERUSN RAYA

Ibu Herna Susita dan Ibu Raudah relawan desa Terusan Raya

Tantangan kegiatan Aksi-Bisa pada hari ini, karena jalan tersebut telah menjadi hutan belantara maka banyak sekali binatang sejenis lebah dan kumbang besar (biasa di sebut Tabuan dalam bahasa Banjar) yang membuat sarang pada pohon-pohon besar di jalan tersebut sehingga jika tidak hati-hati kelompok kumbang dan lebah besar tersebut akan mengejar dan menyerang orang yang ada di sekitar pohon tersebut, perlu di ketahui sebelumnya rasa sakit yang di timbulkan akibat sengatan lebah besar tersebut memuncul bengkak pada bagian tubuh yang di sengat, jika sengatan tidak segera di hentikan makan bagian tubuh yang disengatpun akan mengalirkan darah dan dapat di pastikan selama tiga hari orang yang tersengat akan merasakan sakit & ngilu yang luar biasa pada sekujur tubuhnya dan pembekngkakan besar pada bagian tubuh yang tersengat.

??????????

Syukurnya untuk kegiatan Aksi-BISA pada hari ini karena berhati-hati maka tidak ada orang yang tersengat oleh lebah besar tersebut.

Karena kegiatan gotong royong kali ini melibatkan lebih banyak orang dari bisanya, hanya memerlukan waktu 5 Jam saja untuk menembuskan jalan diantara 2 desa tersebut.

??????????Masyarakat yang ikut membantu dalam “AKSI BISA” Desa Terusa Raya

JALAN YANG SUDAH DIBERSIHKAN  RELAWAN DESA TERUSAN RAYA BERSERTA MASYARAKAT DESA TERUSAN RAYAJalan yang sudah dibersihkan dari pohon, ranting dan rerumputan..

Harapanya kedepan dengan dibukanya jalan tersebut dapat mejadi jalan alternatif yang baik dengan tidak banyak mengeluarkan biaya tranportasi bagi masyarakat Terusan Raya jika ingin ke Kapuas, sebab selama ini transportasi yang digunakan untuk ke kapuas hanya menggunakan tranportasi air saja yaitu Kelotok, dengan di bukanya jalan tersebut maka masyarakat sudah bisa menggunakan sepeda motor ke Kapuas.

??????????

????????????????????

??????????Bersama-sama menuju rumah Bapak Imis Relawan Desa RT 1 Terusan Raya

Setelah selesai melaksanakan aksi bisa, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang kali ini kami di jamu oleh relawan desa di RT.01 di rumah Bapak imis, disana sebelum makan kami berdoa bersama mengucap syukur atas terlaksananya kegiantan pada hari ini, besar harapan apa yang kami lakukan pada hari ini bisa menjadi manfaat untuk semua pengguna jalan yang akan melintasi jalan tersebut.

Dan sedikit berbangga hati inilah PMI dan Masyarakat dalam Program KPPBM sebagai wujud dari semangat tiada henti untuk kemanusiaan dengan lantang kami ucapkan PMI MENGHANTARKAN JASA.

Dan Kegiatanpun di akhiri dengan foto bersama..

FOTO BERSAMA...

Foto bersama dulu…

FOTO DULU..JEBRET..Hhehee

Jebret…,!! Foto Bersama Relawan Desa Terusan Raya Dan Relawan Cabang PMI Kabupaten Kapuas

Dipublikasi di CBHFA | Tag | Tinggalkan komentar